KunjunganMarcopolo ke daerah Perlak memberi kesaksian tentang.. A. Kedatangan pedagang - pedagang Persia ke Indonesia B. Kedatangan saudagar - saudagar dari Gujarat C. Adanya kontak pertama dengan dunia Islam D. Adanya pengaruh Islam di Sumatra Utara Jejaringini pernah dibangun dalam jejaring 'Busur Laut Nusantara' pada abad ke-14 hingga abad ke-16. Jejaring ulama-santri yang telah menegakkan Indonesia sebenarnya hasil dari proses panjang terbentuk dan terkonsolidasinya jejaring ulama Timur Tengah dan Nusantara sebelumnya. Jakarta- Muda, tampan, ramah & sukses. Sekelumit kalimat ini pantas disematkan kepada dua pemuda kakak beradik yang terlahir kembar bernama Suwandi Wijaya dan Suwanto Wijaya. Wandi & Toto, begitu mereka berdua kerap disapa. Anak kedua dan ketiga dari pasangan Alm.Nawi T dan Nelly ini, kini sukses menjadi milyader di usia masa muda sebagai KBRN Sintang: Koramil 06/Sepauk dan Koramil 11/Tempunak hari ini mendapatkan kunjungan dari Dandim 1205/Sintang. Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Kukuh Suharwiyono mengatakan perjalanan menyusuri sungai Kapuas menggunakan Speed Boat milik Kodim 1205/Sintang merupakan perjalanan yang cukup asyik karena melihat pemandangan Kitabyang ditulis Buzurg b. Shahriyar Al-Ramhurmuzi sekitar tahun 390/1000 ini meriwayatkan tentang kunjungan para pedagang Muslim ke kerajaan Zabaj. Para pedagang Muslim ini menyaksikan kebiasaan di kerajaan itu, bahwa setiap orang Muslim—baik pendatang maupun penduduk lokal—yang ingin menghadap raja harus "bersila". BagianPertama: Sejarah 11 Kompilasi Sejarah dan Budaya Aceh 3 PERJUANGAN TEUKU RAJA TAMPOK DI SEUNAGAN (NAGAN RAYA) MELAWAN BELANDA∗ "Mengenai Teuku Raja Tampok yang disebut dalam laporan politik yang lalu, seorang lawan kita yang terdamaikan itu telah dicari-cari 20 tahun yang lalu, hanya diterima berita yang samar-samar; namun demikian Atasdasar ini lah kemudian daerah penghasil kayu Perlak disebut dengan Negeri Perlak. Setelah perdagangan semakin ramai di Selat Malaka, maka pedagang-pedagang pun menyebut Negeri Perlak sebagai Bandar Perlak. Kitab Negarakertagama menyebut negeri itu dengan nama Parlak. Sementara Marcopolo yang berkunjung ke negeri itu pada tahun 1292 Minggu 25 NOVEMBER 2012. 28 HALAMAN/Rp3.000,-. AWAS OVER CONFIDENCE! Antisipasi Serangan Balik Cepat KUALA LUMPUR - Genderang perang ajang Piala AFF 2012 sudah ditabuh. Timnas Indonesia akan Berbagaiteori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat. A Latar Belakang. Sejarah intelektual ialah sejarah pemikiran yang bersifat tematik. Bidang sejarah intelektual ini telah lama ada pada zaman Greek yang bertumpu kepada aspekaspekagama seperti Kristian dan Islam sebelum abad ke-19 Masehi. Konsep sejarah pemikiran sama dengan sejarah filsafat yaitu kajian mengenai pemikiran manusia. n1TY. Poppy176 Jawabannya Kunjungan Marcopolo ke daerah Perlak pada abad ke-13 M memberi kesaksian tentang kedatangan pedagang - pedagang Arab ke IndonesiaSemoga Membantu 1 votes Thanks 2 Lili88855 Pilihannya pedagang2 persia ke Ind. Lili88855 saudagar2 dari gujarat Lili88855 c. adanya kontak pertama dgn dunia islam Lili88855 pengaruh islam yg pertama di sumatra utara Jawabannya penduduk Perlak telah memeluk Agama Islam Pahamilah penjelasan berikut Dalam catatan pelayarannya pada tahun 1292 M, Marcopolo menyebutkan ketika dirinya tiba di bagian utara pulau Sumatera, dirinya singgah di Ferlec dan menjumpai penduduk asli di kerajaan kecil itu telah memeluk Islam, di sana telah diberlakukan hukum Islam bagi warganya. Para ahli sependapat bahwa yang dimaksud dengan Ferlec itu tidak lain adalah Peureulak/ Perlak. Dengan demikian, kesaksian Marcopolo adalah tentang kondisi penduduk Perlak yang sudah memeluk Agama Islam pada abad ke-13 Semoga membantu - Sebelum Dinasti Usmaniyah Ottoman di Turki berdiri pada 699-1341 H atau bertepatan dengan tahun 1385-1923 M, ternyata nun jauh di belahan dunia sebelah timur-tepatnya di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam NAD saat ini-telah muncul sebuah kerajaan Islam bernama Samudera Pasai. Jika Ottoman mulai menancapkan kekuasaannya pada tahun 1385 M, Samudera Pasai sudah mengibarkan bendera kekuasaannya pada 1267 M. Keberadaan Kesultanan Samudera Pasai ini diungkapkan oleh petualang Muslim asal Maroko, Abu Abdullah Ibnu Batuthah 1304-1368 M, dalam kitabnya yang berjudul Rihlah ila I-Masyriq Pengembaraan ke Timur. "Sebuah negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah," tulis Ibnu Batuthah ketika menggambarkan kekagumannya terhadap keindahan dan kemajuan Kerajaan Samudera Pasai yang sempat disinggahinya selama 15 hari pada 1345 M. Dalam catatan perjalanan Ibnu Batuthah lainnya yang berjudul Tuhfat al-Nazha, ia menuturkan, pada masa itu Samudera Pasai telah menjelma sebagai pusat studi Islam di kawasan Asia Tenggara. Jauh sebelum Sang Pengembara Muslim itu menginjakkan kakinya di kerajaan Muslim pertama di nusantara itu, seorang penjelajah asal Venezia Italia, yang bernama Marco Polo, telah mengunjungi Samudera Pasai pada 1292 M. Marco Polo bertandang ke Samudera Pasai saat menjadi pemimpin rombongan yang membawa ratu dari Cina ke Persia. Bersama dua ribu orang pengikutnya, Marco Polo singgah dan menetap selama lima bulan di bumi Serambi Makkah itu. Dalam kisah perjalanan berjudul Travel of Marco Polo, pelancong dari Eropa itu juga mengagumi kemajuan yang dicapai Kesultanan Samudera Pasai. Kesultanan Samudera Pasai terletak di pesisir pantai utara Sumatra-kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, sekarang ini. Kesultanan ini didirikan oleh Meurah Silu pada sekitar tahun 1267 M. Ia adalah keturunan dari Suku Imam Empat atau Sukee Imuem Peuet-sebutan untuk keturunan empat maharaja meurah bersaudara yang berasal dari Mon Khmer Champa, yang merupakan pendiri pertama kerajaan-kerajaan di Aceh pra-Islam. Keempat maharaja tersebut adalah Syahir Po-He-La yang mendirikan Kerajaan Peureulak Perlak di Aceh Timur, Syahir Tanwi yang mendirikan Kerajaan Jeumpa Champa di Peusangan Bireuen, Syahir Poli Pau-Ling yang mendirikan Kerajaan Sama Indra di Pidie, dan Syahir Nuwi yang mendirikan Kerajaan Indra Purba di Banda Aceh dan Aceh Besar. Malik as-Saleh Dalam Hikayat Raja-Raja Pasai, disebutkan asal muasal penamaan Kerajaan Samudera Pasai. Syahdan, suatu hari, Meurah Silu melihat seekor semut raksasa yang berukuran sebesar kucing. Meurah yang kala itu belum memeluk Islam menangkap dan memakan semut itu. Dia lalu menamakan tempat itu Samandra. Tak semua orang percaya kisah yang berbau legenda itu. Sebagian orang meyakini kata Samudera berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti laut. Sedangkan, kata Pasai diyakini berasal dari Parsi Parsee atau Pase. Pada masa itu, banyak pedagang dan saudagar Muslim dari Persia-India alias Gujarat yang singgah di wilayah nusantara. Meurah Silu kemudian memutuskan masuk Islam dan berganti nama menjadi Malik al-Saleh atau dikenal dengan sebutan Malik as-Saleh. Menurut legenda masyarakat Aceh, suatu hari Meurah Silu bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Setelah itu, ia pun memutuskan masuk Islam. Malik al-Saleh mulai menduduki takhta Kesultanan Samudera Pasai pada 1267 M. Di bawah kepemimpinan Malik al-Saleh, Samudera Pasai mulai berkembang. Ia berkuasa selama 29 tahun dan digantikan oleh Sultan Muhammad Malik al-Zahir 1297-1326 M. Namun, ada juga yang menyebutkan, Malik al-Saleh diangkat menjadi sultan di Kerajaan Samudera Pasai oleh seorang Laksamana Laut dari Mesir bernama Nazimuddin al-Kamil setelah berhasil menaklukkan Pasai. Penyebar Islam Selain dikenal sebagai pendiri dan raja pertama dari Kesultanan Samudera Pasai, Malik al-Saleh juga merupakan tokoh penyebar agama Islam di wilayah nusantara dan Asia Tenggara pada abad ke-13 M. Karena pengaruh kekuasaan yang dimiliki Sultan Malik al-Saleh, Islam bisa berkembang luas di wilayah nusantara hingga ke negeri-negeri lainnya di kawasan Asia Tenggara. Menurut Marco Polo, Malik al-Saleh adalah seorang raja yang kuat dan kaya. Ia menikah dengan putri raja Perlak dan memiliki dua anak. Ketika berkuasa, Malik al-Saleh menerima kunjungan Marco Polo. Pada masa pemerintahan Malik al-Saleh, Samudera Pasai memiliki kontribusi yang besar dalam pengembangan dan penyebaran Islam di Tanah Air. Samudera Pasai banyak mengirimkan para ulama serta mubaligh untuk menyebarkan agama Islam ke Pulau Jawa. Banyak juga ulama Jawa yang menimba ilmu agama di Pasai. Salah satunya adalah Syekh Yusuf-seorang sufi dan ulama penyebar Islam di Afrika Selatan yang berasal dari Makassar. Wali Songo merupakan bukti eratnya hubungan antara Samudera Pasai dan perkembangan Islam di Pulau Jawa. Sunan Kalijaga merupakan menantu Maulana Ishak, salah seorang Sultan Pasai. Selain itu, Sunan Gunung Jati yang menyebarkan Islam di wilayah Cirebon serta Banten ternyata putra daerah Pasai. Kesultanan Samudera Pasai begitu teguh dalam menerapkan agama Islam. Pemerintahannya bersifat teokrasi agama yang berdasarkan ajaran Islam. Tak heran bila kehidupan masyarakatnya juga begitu kental dengan nuansa agama serta kebudayaan Islam. Sebagai sebuah kerajaan yang berpengaruh, Pasai juga menjalin persahabatan dengan penguasa negara lain, seperti Champa, India, Tiongkok, Majapahit, dan Malaka. Menurut Marco Polo, Sultan Malik as-Saleh sangat menghormati Kubilai Khan, penguasa Mongol di Tiongkok. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini